Al Qur’an – Bumi itu Bulat tidak Datar, (Bantahan Flat Earth)

By | 1 August, 2016

 

Assalamu Alaikum,


Mari kita pelajari tata bahasa Al Quran, agar tidak dikecoh oleh pengetahuan sesat dan menyesatkan Umat Islam dari Pengetahuan Al Quran.

[39:5] Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Teks Arabnya :

khalaqa alssamaawaati waal-ardha bialhaqqi yukawwiru allayla ‘alaa alnnahaari wayukawwiru alnnahaara ‘alaa allayli wasakhkhara alsysyamsa waalqamara kullun yajrii li-ajalin musamman alaa huwa al’aziizu alghaffaaru

Kata “Yukawwiru” dan “WaYukawwiru” , dalam terjemahan Indonesia yang berarti menutupkan.
Berasal dari kata “Takwir” = Membungkus, menggulung, melilit
Takwir dalam bahasa Arab, berarti membungkus sesuatu secara melingkar, dicontohkan ketika membungkuskan Surban.

Kita tau bentuk Surban yang sudah dibungkuskan adalah Bulat.

Lanjut..

30. waal-ardha ba’da dzaalika dakhaahaa
30. dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. [Q.S. An-Naziat 79:30]

Menurut translasi Depag, Dakhaha artinya Dihamparkan.
Dalam bahasa Arab sana, Dakhaahaa, artinya Telur Burung Onta.
Dimana bentuk telur burung onta adalah bulat agak lonjong. Dan bentuk bumi sudah dibuktikan berbentuk Bulat agak oval.

Lanjut ….

Hamparan dalam maksud AlQuran :

Al Baqoroh ayat 2 :

[2:22] Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,

Al Hijr ayat 19:
[15:19] Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

Qaaf ayat 7 :
[50:7] Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,

Dan berbagai surat dan ayat yang menyebutkan hamparan, tidak bisa seenaknya diartikan bumi itu DATAR.

Mari sejenak kita renungkan maksud “Hamparan” dalam AlQuran, cukup contoh ayat diatas.

Hamparan yang dimaksud adalah, sebatas pandangan mata kita ke ujung cakrawala.

Contoh :

1. Saat kita berdiri di lapangan bola, kita memandang ke depan, belakang, kanan, kiri. Sejauh pandangan kita, kita akan memandang hamparan lapangan terdiri rumput-rumputan, dll.

2. Saat kita berdiri di tengah sawah yang luas, kita pandang sekeliling kita. Itu lah hamparan sawah yang mampu kita pandang, sebatas pandangan cakrawala.

Kita hanya dapat memandang sebatas jarak cakrawala pandang kita, itulah yang dimaksud hamparan.
Bukan berarti bumi itu datar.

Teori ini dikemukakan kembali, agar umat Islam bingung dalam memahami Al Quran, dan tersesat dengan pemahaman menyimpang dari pengetahuan Al Quran dan hadist.

Contoh di kasus lain.

Al Mu’minun ayat 14:
tsumma khalaqnaa alnnuthfata ‘”alaqatan”

Terjemahan Depag :
Kemudian air mani itu Kami jadikan “segumpal darah”

Arti Aslinya :
Kemudian air mani itu Kami jadikan “(seperti) Lintah”

Alaqoh dipersamakan dengan calon embrio manusia.
Alaqoh sendiri artinya adalah lintah.

Kalau kita telan mentah-mentah.. maka embrio manusia itu lintah, yang dimaksud adalah bentuk embrio manusia seperti lintah.

Saran saya, hati-hati menerima informasi provokatif.
Umat Islam memang sedang dicuci otak agar bingung dalam memahami Al Quran, karena kebanyakan tidak paham terjemahan dari arti dasar kata di Al Quran.
Bahasa Al Quran, beda dengan bahasa Arab pada umumnya, banyak bahasa Al Quran itu kiasan. dan Bahasa dalam Al Quran, tingkatannya paling tinggi dalam bahasa Arab.

Yuk Belajar AlQuran bareng.

Wassalamu alaikum,

Leave a Reply