Kebobolan dan Fitnah sebelum Lebaran

By | 4 Juli, 2018

Manusia oh manusia, ada saja cobaannya.

Minggu 10Juni 2018, seperti biasa saya selalu tidur larut malam, karena memang jarang saya tidur awal malam. Masuk tengah malam, selesai bersih-bersih rumah persiapan mudik, badan mulai lelah.

Senin, 11Juni2018, tengah malam yang hening tanpa hujan, cerah sekali dan cenderung udaranya bikin gerah. Sekitar pukul 01.15-01.30WIB, saya dan istri istirahat di kamar bawah, ya kamar saya. Terdengar suara “krek krek” di atas atap, disusul suara tikus berlarian di atas plafon kamar. Suara yang amat jelas , kami pikir suara kucing di atas genteng mengendus tikus.. rasa curiga sebenernya sudah ada, namun kami biarkan saja, kami serahkan dalam doa sebelum tidur pada Allah untuk melindungi istirahat kami. Subuh, seperti biasa saya bangun, sholat subuh. Aktivitas siang berjalan seperti biasa.

Sekitar pukul 16:00-17:30, terjadi hujan deras, namun angin bertiup seperti biasa, tidak kencang. Ya sudah kami anggap hujan biasa.

Selepas Isya, saya tengok tangga di dapur, penghubung kamar atas lantai 2. Menetes air dari lantai atas. Curiga, karena atas rapat tertutup, kecuali kamar atas tidak tertutup kemungkinan ada tampias air hujan masuk kamar atas dan mengalir menetes di tangga.

Cek cek kamar atas, pintu tertutup rapat, hanya saja memang jendela kaca atas belum terpasang. Ya mungkin ini sumber airnya.. Namun ada kejanggalan, karena speaker aktif polytron di ujung kamar juga ikut basah. Saya cari sumbernya, dan ketemu. Ternyata atap fiber saya bolong pecah seperti kaca yang terkena hantaman benda keras. Awalnya saya berpikir angin yang besar, alangkah tidak masuk akal jika angin memecah bagian tengah, karena biasanya angin akan menyibak sisi tepian atap bukan dari tengah. Perkiraan kedua karena hantaman benda yang keras, mungkin batu yang dilempar, pastinya batu akan jatuh kebawah, melihat jebolnya atap yang begitu besar. Namun tidak pula ditemukan batu.

Penasaran, saya naik ke atas di tempat toren dan tanaman jeruk saya. Alangkah kagetnya, tutup toren tidak ada, padahal saya yakin tertutup rapat. Kejanggalan lainnya :

  • Tanaman jeruk saya masih segar tanpa ada daun yang rontok dan ranting patah, namun buah jeruk siam manis seukuran kepalan tangan tidak ada dari tangkainya, alias dipotek, karena masih nampak jelas bekasnya belum terlalu kering
  • Kembali janggal di tanaman jeruk nipis yang masih kecil, jeruk ini terlepas dari tangkainya dengan posisi diuntir, yang jelas bukan gigitan.
  • Tutup toren yang terpasang kencang pada drat nya ilang, mustahil angin bisa melepas tutup toren.
  • Robekan atap fiber terkesan hantaman yang berulang, bukan karena angin.

Sekitar jam 8malam, di atas rumah saya cari sekeliling rumah tetangga barangkali tutup toren ada disitu, namun nihil tidak saya temukan. Dari rumah E1, E11, E12, bahkan sampe atap asbes E3 tidak saya temukan adanya tutup toren saya.

Ada hal janggal lagi saya temukan di E3, saya melihat kelipan cahaya lampu di atap asbesnya, nampak atapnya juga bolong dengan bentuk lubang yang terbuat rapi, macam dicongkel. Karena bukan ranah rumah saya, saya hanya diam.

Sekitar pukul 9malam, karena saya berpikir, kejadian ini harus di infokan ke warga, maka saya foto detil kejanggalan tersebut dan saya share ke grup warga. Namun respon dingin grup warga penghuni nampak tidak menghiraukannya. Okelah, kewajiban saya memberikan informasi sudah saya sampaikn bukan pula meminta simpati.

Berikut capture dokumentasi pribadi

Sore, 12 Juni 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.